Ternyata Dufan Menyenangkan

Dunia Kartun Dunia Fantasi Dufan Ancol

"Sabtu minggu depan kita ke Dufan ya, aku ada acara blogger." 

"Iyaaa aku mau! Emang gimana ntar acaranya?"

"Ya seru-seruan bareng banyak blogger gitu sih, tapi ntar kaya ada briefing sedikit karena kan sekalian pembukaan area wahana baru."

"Siapa aja yang ikut?"

"Ada sih, ini di grup." Raut senang di wajah saya berangsur hilang berganti tegukan ludah. Ada beberapa nama yang saya tahu merupakan teman dekat Rumput, aduh mati aku!
........
Hari Sabtu akhirnya datang. Dari stasiun Bogor, turun di Jakarta Kota kemudian naik ojol sampai pintu masuk sebelah selatan. Begitu turun dari ojol, mata saya awas memperhatikan sekeliling.

"Kamu kenapa?"

"Ngga papa, takut aja. Eh Rumput, apa kita pura-pura ga kenal aja ya?"

"Apaan sih? Suka aneh bocah." Kata Rumput sambil menggandeng saya menuju loket untuk mendapatkan tiket gelang.

Tapi seriusan deh, saya takut. Saya takut bertemu dengan orang-orang yang merupakan kenalan Rumput. Apalagi sebagai istrinya. Saya tidak ada masalah berhadapan dengan orang baru. Selama ini saya merasa bebas memilih untuk bersikap cuek (tidak banyak bicara) atau ramah (basa-basi mengobrol). Yeah I have that kind of personality. Akhirnya, banyak teman yang mengatakan bahwa sikapku sangat berbeda saat berkomunikasi di media sosial dan bertemu langsung.

'Ternyata lebih berisik aslinya ya!' atau 'Kamu ga secerewet di DM deh, lebih kalem waktu ketemu langsung.' Yaa tergantung siapa yang ditemui sih.

Oke kembali ke rasa takut tadi. Dulu kan membawa diri sendiri, tapi ini berbeda karena mau tidak mau PASTI terbesit, 'oh jadi ini istrinya.....' Dan saya khawatir kalau malah salah sikap. Saya tahu, harusnya bersikap biasa saja, ramah memperkenalkan diri layaknya (anggap saja) bertemu teman baru. But on that day my introvert side took over, I felt so nervous.

"Mana aja yang Rumput kenal?"

"Itu si A, itu si B, si C sebelahnya, trus itu D." Deg-degan, saya ngintil Rumput mendekati seorang temannya.

"Wee apa kabar Leon? Berdua aja nih?"

"Baik baik. Iya nih, berdua aja. Eh trus ini gimana?"

"Ntar lu ke tenda sana aja, tanda tangan dulu."

"Oke sip sip, kesana dulu ya."

"Yaudah, gue duluan ya. Ntar kalo udah gabung aja tuh sama anak-anak." Kata teman Rumput sambil menunjuk sekelompok orang yang sedang berteduh di bawah pohon. Saya? Cuma bisa meringis nunduk dalem banget. Rasanya pingin terbang balik ke Bogor, rebahan.

"Rumput aku maluuu, aku nunggu di sana aja ya."

"Kamu kenapa sih? Yaudah nanti aku nyusul." Sambil tetep nunduk-nunduk, saya berdiri di bawah pohon jauh dari keramaian. Iya, biasanya saya cuek aja sama lingkungan sekitar. Bukan lagi 'males' sama orang, hanya............ㅡthrow another excusephew. Tapi saya maafkan diri saya sendiri, gapapa merasa gugup bertemu orang baru dan tidak banyak bicara, bukan berarti saya buruk, toh tidak ada yang dirugikan.

Dunia Fantasi Ancol Dunia Kartun

Proses registrasi selesai, selanjutnya para peserta menunggu arahan panitia. Beberapa kali Rumput menyapa dan disapa. Saya? Bersembunyi di belakang punggungnya sambil tetap nunduk, refleks. Atau mungkin karena ini pertama kali kami go public? Eww.

Sekitar jam 11, panitia mengarahkan para peserta berbaris masuk ke area wahana. Dari yang kulihat di daftar, ada sekitar 70 blogger yang berpartisipasi, belum lagi pendamping (kerabat atau teman) yang diajak. Bisa kebayang gak gimana antriannya? Apalagi matahari Jakarta Utara seakan bermitosis, beuh. Saya tuh kasihan sama yang bawa anak kecil, keringatnya sampai basahin baju.

Alhamdulillah, setengah jam kemudian kami sudah berada di dalam Dufan. Panitia mengarahkan kami untuk berkeliling di area Dunia Kartun. Area yang baru dibuka ini merupakan inovasi Dufan untuk memfasilitasi anak-anak dan keluarga yang ingin menikmati serunya wahana adrenalin. 


Dunia Fantasi Ancol Dunia Kartun
//turbo drop//paralayang//

Saat berkeliling, para blogger termasuk Rumput mulai sibuk potret sana-sini untuk mengumpulkan konten. Saya sebagai 'pendamping' cukup santai menikmati kegiatan jalan-jalan ngiterin area Dunia Kartun sambil sesekali membantu Rumput ambil foto. 

Dunia Kartun Dufan menurut saya lumayan eye-catching dengan pemilihan warna-warni cerah mencolok dan arsitektur bangunan yang cukup unik. Wahana-wahana yang tersedia juga cukup seru untuk anak-anak yang suka dilempar-lempar ke udara, hehe.

Selanjutnya kami masuk ke rumah Hello Kitty. Di sini para blogger akan diberi short briefing dan sekilas info. Sebenarnya yang wajib mengikuti kegiatan ini adalah blogger yang terdaftar, pendampingnya mah ga wajib. Tapi ya saya sendirian main di luar kan ga asyik. Jadilah saya ikut mendampingi.

Acara berakhir tepat ketika waktu zuhur tiba. Saya dan Rumput menuju musala untuk menunaikan salat, sekalian zuhur dan asar. Kemudian kami beranjak ke kedai makanan dan minuman, mengisi tenaga sebelum berjuang antre di berbagai wahana. Alhamdulillah dapat kupon konsumsi 200.000.

Dunia Fantasi Ancol Dunia Kartun
//baling-baling//karavel//musholla//

Sekalian berada di Dunia Kartun, kami mencoba beberapa wahana di sini. Tidak semuanya, karena ada yang dikhususkan untuk anak kecil. 

Saya itu sukaaaa sekali dengan wahana yang memicu adrenalin. Apalagi dengan kecepatan tinggi, ada sensasi dilempar ke udara, diputer-puter, seketika di atas seketika di bawah, pokoknya semacam itu deh. Meski rasanya jantung mau copot, tapi after effect nya pasti ketawa bahagia. Untungnya Rumput juga suka wahana yang seperti ini, jadi kami bisa berbagi momen bersama. 

Momen paling lucu adalah; Rumput berteriak keras saat badan kami dilempar dan diputar-putar sedang saya tertawa sampai sakit perut. Begini teriaknya; aaAAAaaaaaAaaaAa. Yagitu.

Dunia Fantasi Ancol Dunia Kartun
//roller coaster//meet my online friend//ontang-anting, a big no ride//

Di antara berbagai macam wahana, saya paling ga bisa naik yang muter-muter doang (seperti gambar di atas sebelah kanan). Pasti ujung-ujungnya mual dan redanya pasti lama. Tapi karena dipaksa Rumput, yaudahlah. Bukan karena takut, tapi gerakannya yang stagnan bikin penglihatan jadi pusing. Alhasil, setelah naik wahana itu saya harus duduk istirahat dulu hampir 20 menit.

Pada saat kami hendak melanjutkan jalan-jalan ke wahana yang lain, tiba-tiba nama saya dipanggil oleh seseorang dari kejauhan. Awalnya gak ngeh, eh ternyata kak Nidy! Beliau adalah seorang travel blogger yang kukenal beberapa tahun laluㅡtentunya lewat blog juga. Selama ini kami hanya berkomunikasi lewat media sosial, tidak menyangka hari ini bisa bertemu langsung. Kak Nidy orangnya baik dan ramah, kami pun foto bersama ehe.

Setelah ngobrol singkat, saya dan Rumput pamit.

Kemana? Tentu saja roller coaster!

Roller coaster adalah wahana yang wajib banget dicoba kalau main ke taman bermain seperti ini. Dari kejauhan aku bisa melihat kereta roller coaster yang meliuk-liuk cepat di relnya. Daan bisa ditebak dong antreannya, mengular sampai ke luar jalur yang disediakan. Tapi demi merasakan sensasi super menyenangkan, kami rela antre. Antre yang tertib, karena kita banga beradab, betul?

To be honest, sempat mau tumbang saat antre karena lamaaa banget. Berdiri-geser-nunggu-geser-nunggu-geser-jongkok karena cape-berdiri-geser-jongkok-berdiri-geser. Begitu terus hingga sejam lebih!


Roller Coaster Dufan Ancol

Antre dari jam 3, akhirnya sekitar jam 4 giliran kami naik. Posisi yang paling saya suka kalau tidak di paling depan ya paling belakang. Tapi karena sudah ada penumpangnya, jadilah kami duduk di tengah. It's okay, it's gonna be fun anyway!


Awalnya kereta berjalan pelan, kemudian berbelok dan menanjak. Berbelok lagi dan meluncur ke bawah dengan kecepatan tinggi. Rumput berteriak keras, saya terkikik geli. Kereta terus melanju kencang hingga terbalik mengikuti rel yang berbentuk lingkaran. Wah rasanya bahagia sekali diterpa angin kencang. Tapi semua itu harus berakhir kurang dari semenit, atau semenit pas? Gila sih, antre sejam naiknya cuma semenit.


Tapi puasss!

Dunia Fantasi Ancol Dunia Kartun
//bianglala-kincir raksasa-ferris wheel//

Mendinginkan euforia naik roller coaster, kami berjalan-jalan menikmati danau Dufan. Tadi siang panasnya ampun-ampunan, menjelang sore ternyata lumayan sejuk dan sedikit berangin.

Dunia Fantasi Ancol Dunia Kartun
//ontang-anting at night//hysteria//ferris wheel at night//


Wahana asyik terakhir yang kami coba adalah hysteria. Karena sudah cukup sore alhamdulillah kami tidak antre lama. Sayangnya tidak diperbolehkan membawa kamera jenis apapun, padahal pemandangan sebagian Jakarta Utara saat naik ke atas terlihat indah sekali, termasuk pantai Marina Ancol di ujung sana. Saya sangat menikmati angin menerpa jilbab sebelum kami dihempaskan kembali ke bawah.

Again, Rumput's scream was the one made me laugh.

Dan sebagai penutup, kami antre naik bianglala saat langit mulai menggelap. Antrenya? Sejam juga ga kalah dengan roller coaster, ehe. Saat giliran kami tiba, saya sudah tidak sabar melihat pemandangan di atas nanti. Dan benar saja, kelap-kelip cahaya lampu di seluruh penjuru Dufan tersajikan indah di bawah sana. Tidak ada jeritan atau tawa, saya dan Rumput terdiam menikmati momen. Lelah iya, tapi bahagia!

Dufan Ancol

Memanfaatkan sisa kupon konsumsi, sayangnya tidak ada lagi kedai makanan berat yang buka, akhirnya kami membeli Thai tea dan sosis jumbo untuk pengganjal perut sebelum pergi ke penginapan.

Kami ke luar dari area Dufan sekitar jam 8 malam, berdua menyusuri jalan mencari Hotel Oyo yang telah dipesan sebelumnya. Berbekal tanya pak satpam, saya dan Rumput akhirnya menemukan Hotel OYO 1422 My Home. Ternyata lokasinya sedikit berbeda dengan yang tertera di google maps, lokasi yang benar yaitu di area kompleks Apartemen Mediterania Marina.


Hotel Oyo 1442 My Home Ancol

Hotel Oyo 1422 My Home terbilang cukup strategis. Hanya berjarak sekitar 15 menit jalan kaki dari taman bermain Dufan, dan satu area dengan beberapa convenience stores. Jadi kalau menginap di sini tidak perlu khawatir akan keperluan dasar seperti makanan ringan dan alat mandi tambahan. Selain itu bangunannya masih baru, lingkungan bersih, aman, tenang juga dekat dengan jalan raya.

Alhamdulillah saat memesan dapat promo sehingga hanya perlu membayar seratus ribu saja. Kami mendapat kamar dengan fasilitas berupa kasur empuk, TV, air mineral, wifi, dan toiletries. Kamarnya tidak terlalu luas, tapi untuk kami berdua sudah sangat cukup. Yang membahagiakan adalah wifi kencang dan sinyal TV bagus, AC dingin, toilet bersih, serta pemanas air bekerja dengan baik. Tidak lupa terimakasih kepada mamas resepsionis yang ramah dan santai, hehe.

Malam itu kami beristirahat dengan nyaman  dan nyenyak setelah membersihkan diri.
..........
Omong-omong soal akomodasi, Hotel Oyo Indonesia selalu menjadi andalan kami saat sedang bepergian kemana saja atau sekadar staycation. Selain karena hotelnya sudah banyak tersebar di Indonesia, promo di aplikasi Oyo juga ga ada habisnya. Saya sudah buktikan sendiri ketika main ke Surabaya, Sukabumi, Jakarta, dan Bogor. Ngga pernah ngga dapet promo.

Bahkan kami pernah mendapat promo bayar cuma SERIBU di Hotel Oyo 164 Ang's Residence Surabaya dengan fasilitas oke plus wifi.

Saya sih kalau dapat voucher 70% dari Hotel Oyo Indonesia jujur saja cuma punya satu keinginan; beristirahat dengan nyaman, tenang, nyenyak, dan tentunya ga menguras kantong alias murah. Apalagi saya dan Rumput lumayan sering bolak-balik menghadiri acara di Jakarta sementara domisili kami di Bogor. Setelah mengikuti acara yang lumayan padat seharian, ampun-ampunan deh mengingat suasana KRL Jakarta-Bogor di sore hari. Baru dipikirkan saja rasanya mau angkat tangan saja, huhu.

Contohnya kemarin, kebetulan saya dan Rumput menghadiri acara yang sama pada hari Jumat dan Sabtu. Daripada bolak-balik Bogor-Jakarta, kami lebih memilih untuk cari hotel murah di Jakarta saja. Pilihannya? Ya OYO. Dengan harga ekonomis, kami bisa mendapatkan hotel dengan fasilitas yang nyaman dan memadai.

5 comments:

  1. Gw banget ini mbak. Kalo lagi duafa gak jauh-jauh dari OYO, Airy, RedDoorzs. Kalo lagi berduit baru pilih hotel rada bagusan dikit (dikit doang), wkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selqma masih ada mushola. Disitulah kami menginap. Inget jaman sekolah dulu. Main kemana aja nginepnya mushola :D

      Delete
  2. pas masih umur belasan main ke DUFAN seneng banget semua wahana pengin dicobain
    Begitu udah 20 something main apa dikit rasanya jantung loncat sampe kaki
    keknya nambah umur nyali makin ciut :(

    ReplyDelete
  3. Belum pernah ada yang ngajakin ke Dufan nih huhu. Btw saya pernah ketemu Mbak Nidy juga sekali waktu di Jogja. Orangnya lucu juga wkwk

    ReplyDelete
  4. wah seru juga ya ke dufan, saya belum pernah ke tempat wahana yang cukup terkenal ini, kapan2 lah pengen kesana juga.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya.

Bila berkenan sila meninggalkan komentar, supaya; 1) saya bisa tahu kamu, kita berkenalan, saya mampir ke blog kamu, kita menjadi teman! 2) beritahu saya apabila ada kritik dan saran.

Sekali lagi, terimakasih banyak :)

Instagram