Sedikit Seluk Beluk dan Tutorial VSCO

Monday, January 28, 2019

Tutorial VSCO

Bermula ketika saya menemukan beberapa akun Instagram dengan feeds yang bagus dan rapi karena tone yang digunakan sama, atau paling tidak mirip. Suatu hari, salah satu pemilik akun tersebut membagikan cara menyunting yang ia terapkan pada unggahan fotonya. Saya pun mencoba meramu rumus VSCO sendiri, menyelesaikan rasa ingin tahu.

Sekarang bisa dikatakan saya cukup mengenal VSCO, dan terbiasa dengannya (apaan deh).  Berangkat dari permintaan Memem Yuri dan inisiatif (yang daridulu ada namun tak kunjung terlaksana), tertuangkanlah di blog ini sedikit seluk beluk fitur dan cara menyunting foto dengan VSCO yang biasanya saya terapkan. Les girit!

Tutorial VSCO
Tampilan pertama kali membuka aplikasi VSCO. 

Tampilan bar bawah kiri terdapat empat ikon. Dari kiri ke kanan; timeline atau linimasa pengguna, discover semacam ruang mencari inspirasi, studio berisi foto maupun video yang diunggah ke VSCO untuk penyuntingan, dan profile yaitu linimasa pribadi pengguna.

Baca juga: My Editing Photo Apps #1

Sedangkan tampilan bar bawah kanan juga memiliki empat ikon, namun muncul ketika telah memilih salah satu foto untuk disunting. Dari kiri ke kanan; x membatalkan pilihan foto, editing tools berisi fitur-fitur untuk menyunting, upload untuk mengunggah hasil foto ke linimasa, dan ellipsis atau titik tiga merupakan pilihan ukuran unduhan. 
  
  Tampilan fitur-fitur penyunting di VSCO  

Tutorial VSCO
Dari bar bawah ke atas, kanan ke kiri;

Kotak; pilihan presets bawaan dari VSCO dari seri angka sampai seri V.
Tusuk sate; fitur sunting seperti yang tertera pada 3 bar paling atas.
Panah muter; menampilkan sejarah suntingan atau fitur apa saja yang telah digunakan, termasuk mengembalikan hasil suntingan ke mode awal.
Bintang; merupakan kolom untuk mengatur presets favorit.

Istilah-istilah ini tentu ada definisinya secara 'ilmiah', but yada yada. Saya tuliskan sesuai dengan sepemahanan saya saja. Kalau kurang tepat atau malah salah, mohon dikoreksi hehe.

Exposure; mencerahkan foto.
Contrast; menajamkan objek foto.
Adjust; meluruskan batang pohon, garis horizon, atau objek lain agar tidak terlihat miring.
Sharpen; menajamkan tekstur supaya tidak terlihat blur sekaligus mengubah kontras gelap-terang.
Clarity; menajamkan tekstur, namun kontras di tengah foto yang berubah.
Saturation; mengatur intensitas warna.
Tone; mengatur highlight dan shadow.
White Balance; merubah vibe foto hangat atau dingin.
Skin Tone; mungkin untuk kulit (huhu), I don't use this at all.
Vignette; supaya tampak fokus....fokus....jadi sampingnya ngeburem.

Fun fact about VSCO; do you know that there are only 1 million paying users of 30 million registered users?

Grain; intinya sih untuk foto ala jadul gitu karena menimbulkan efek tekstur optik acak dari film fotografi.
Fade; sesungguhnya ga seberapa ngerti dan ga kepake sama sekali.
Split Tone; semacam kasih layer warna yang diinginkan pada highlight atau shadow. I don't use it.
Borders; memberikan bingkai pada foto, you have to pay. But nah nah, you can use third-party-apps.
HSL; Hue Saturation Luminance, ini juga bayar. But it's okay we have LR CC tho. Let me break down it, ya? Later.


  Presets andalan yang paling sering saya gunakan.  

Tutorial VSCOKarena saya anak minimalis, hanya sembilan presets yang saya beri bintang. Itupun yang paling sering dipakai hanya C8, M5, S3, Q1, dan A4. Berikut ulasan tipis-tipis yang dapat saya himpun;

C SERIES (CHROMATIC) Terinspirasi oleh estetika pada warna yang ditampilkan pada awal mula fotografi, chromatic memberikan efek film analog abad pertengan yang cerah dan berani. Warna primer yang kuat bercampur dengan nada netral. Sempurna untuk potret, lingkungan, dan editorial. 

M SERIES (SUBTLE FADE) Seri M menawarkan variasi preset desaturasi dan mellow yang ideal untuk lingkungan dan potret perkotaan, dengan membangkitkan rona vintage tahun 70-an.

Q SERIES (ALCHEMY) Variasi preset pada seri ini menampilkan warna-warna hasil teknik eksperimental di mana film dikembangkan dalam larutan kimia alternatif, Cross Processing sering menciptakan perubahan warna yang dramatis dan kontras yang tinggi. 

S SERIES (BRIGHT+CLEAN) Fokus pada kecerahan objek sehingga menghasilkan warna yang indah, bersih, dan cerah. Cocok untuk potret dengan latar belakang yang lebih terang.

A SERIES Seri A VSCO terinspirasi dari estetika film analog klasik dengan tone alami, warna yang halus, dan sedikit memudar. Ideal untuk foto interior, potret, dan fotografi makanan.

Tutorial VSCO

Preset ini, sepengamatan saya, banyak digunakan oleh life style instagrammers karena memberikan kesan yang kalem, elegan, namun laid back dengan brownish vibe

Formulas:
M5/Mood +12.0 ㅡ Exposure +2.5 ㅡ Contrast +1.0 ㅡ Tone: Shadows +3.7 ㅡ White Balance: Temperature -0.5 ㅡ White Balance: Tint +3.0 ㅡ Saturation +2.7 ㅡ Skin Tone -0.3 ㅡ Sharpen +8.4 ㅡ Clarity +4.2 ㅡ Vignette 10.5 ㅡ Split Tone: Shadows Tint +2.7 ㅡ Adjust: Straighten

Tutorial VSCO

FYI di seri C, C8 yang paling sering digunakan para narablog perjalanan. Paling bagus kalau di dalam bingkai ada elemen langit+daratan (tanah)+ rumput. Warna biru menjadi greenish-blue atau sian, dan bersanding dengan warna-warna merah yang menjadi komplementer.

Formulas:
C8/Chromatic +12.0 ㅡ Exposure +2.0 ㅡ Contrast +3.5 ㅡ Tone: Shadows +3.9 ㅡ White Balance: Temperature -1.0 ㅡ White Balance: Tint -2.9 ㅡ Saturation +0.5 ㅡ Skin Tone -2.8 ㅡ Split Tone: Shadows Tint +7.5

Tutorial VSCO

Hasil suntingan foto diatas mungkin terlihat berlebihan perubahannya. Tapi bagi saya, berarti memunculkan 'sisi lain' dari foto ini. Mungkin sayanya katrok, karena takjub bagaimana bisa latar belakang langit merah muda polos (foto kiri) bisa diubah layaknya kanvas dipoles cat minyak tapi salah warna kemudian dipoles ulang.

Formulas:
Q1/Alchemy (VSC0) + Drama 2 (Snapseed)

PENTING UNTUK DIPERHATIKAN:
  1. Setiap layar perangkat memiliki perbedaan warna yang kadang cukup signifikan. Foto di atas saya jepret dan disunting menggunakan hape. Begitu dipindah ke laptop untuk diolah di blog, warnanya berubah agak dull.
  2. Satu preset belum tentu cocok diaplikasikan ke semua foto. Meski pengaturan VSCO bisa langsung di copy-paste, coba untuk otak-atik masing-masing foto. 
  3. Begitupun dengan pengaturan angka-angka di atas yang saya tuliskan. Contohnya; setiap foto memiliki tingkat kecerahan yang berbeda, tidak bisa disamakan angka exposure nya.
  4. Saran saya, gunakan third-party-apps untuk suntingan dasar (brightness, contrast, saturation). Pasangan duet paling cocok ya Snapseed.
  5. Ukuran foto kemungkina terkompresi, tapi untuk diunggah ke Instagram masih oke banget lah.
  6. Mungkin hasil suntingan saya tidak sesuai dengan selera Anda. Jadi, aimsiú!
Dan beginilah sekelumit tentang VSCO beserta sedikit tutorial yang semoga membantu dan mencerahkan. Bila ada pertanyaan atau tanggapan apapun, jangan sungkan untuk meruahkan pada kolom komentar!


anjellic-font

𝐌𝐚𝐫𝐢 𝐛𝐞𝐫𝐭𝐞𝐦𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐢𝐧𝐬𝐭𝐚𝐠𝐫𝐚𝐦 @𝐙𝐇𝐀𝐑𝐍𝐃

You Might Also Like

12 apresiasi, terimakasih banyak!

  1. Kayaknya perbedaan warna ketika di hape dan laptop itu karena resolusi layar yang berbeda. Saya pernah membandingkan feed Instagram di hp Xiaomi dan iPhone, warnanya berbeda jauh. Itu baru sama-sama hape, apalagi hape ke laptop hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeap. Bener banget.
      Lihat di hape kaya udah wow.
      Waktu di transfer ke laptop, hmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm.

      Ya jadinya kebagusannya tergantung perangkatnya lagi, haha.

      Delete
  2. tiap kali edit foto g nendang kalau g pake vsco, pokoknya aplikasi ini itu da best sekali.
    sangat rela harus repot edit di hp dulu baru transfer di laptop, walaupun bakal ada perubahan, cuman seenggaknya hasil foto 11:12 dengan yang diinginkan.
    coba vsco ada versi pcnya juga, biar semakin yes kalau ngedit.

    filter favoritku, a7, a8, a9 dan kalau lagi foto landscape c7, c8, c9.
    dulu pingin ngikutin gaya temen yang emang tonenya minimalis abis, tapi kok lama-lama bosen, mau nyoba kayak iwwm yang pastel malah aneh. dan semakin kesini jadi sadar, ngewarnain foto itu menunjukkan jati diri kita juga, jadi banyak-banyak eksperimen, cari yang sesuai sama karakter kita. dan emang edit foto seseru itu!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semacam make up bagian corrector instan yang sesuai dengan undertone skin kita, begitu kak? Wkwkwkwkw.
      Aku juga aku juga! Sesi menyunting foto sebelum diunggah ke IG itu sudah seperti langkah wajib hehehe.

      VSCO di PC? Ga kebayang ngos ngosannya laptopku >.<

      Akh lovvvv sekali!
      "ngewarnain foto itu menunjukkan jati diri kita juga" <- yang ini aku kuotasi biar outstanding hahaha xD

      Aku juga tuh, suka pingin bikin kaya orang lain feed instagramnya. Tapiii ya balik lagi deh. Mau bikin yang emang aku suka dan sreg.

      Delete
  3. Dulu juga pernah pakai aplikasi ini... cuma karena kurang sreg aja jadi saya uninstall.. Heeeee... gimana yaaa... kadang kalau pas ngedit tuh pengen yang manual macam pakai photoshop... kalau lagi pengen yang simpel yaa snapseed.. kayaknya kalau saya mah tergantung mood kalau ngedit, Wkwkw...
    .
    Tapi iya sih,,, ketika ngelihat profil ig orang lain terus photonya tuh kayak terkonsep gitu jadi salut... pengen sih.. tapi kalau ngedit kok ngga bisa yaa... Wkwkw.. mungkin kedepan VSCO bisa saya install lagi untuk mendapatkan hasil efek photo yang lebih halus dan cepat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung mood dan kebutuhan fotonya seperti apa sih. Saya juga akhirnya pakai LR terus-terusan hehehe.
      Kalau aplikasinya ga bikin sreg uninstall saja daripada menuhin storage, download aplikasi lain untuk eksperimen hehehehe.

      Kuncinya adalah eksperimen, menemukan 'warna' sendiri. Hasil suntingan orang lain buat gambaran aja. Ntar kalau nyamain malah kehilangan jati diri wkwkwk /apaan.

      Delete
  4. Tingkat kebagusan juga tergantung perangkat ini ya beneran? Kalau hape nokia 3315 gak bisa nih berarti, Zah.

    *dikeplak*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisaaa kak. Hapenya ga diedit pakai aplikasi, dicat aja pakai akrilik :'

      I won't keplak a woman, because I love you hahahhaha.

      Delete
  5. Ntar deh memem coba terapin, lg belum mood mencoba, but thanks a lot ya ter♡♡♡ 😘😘😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahaha take it easy meeem. Enakin aja deh gimana.

      Pokonya tuntas suda aku bahas ini huhuhu.

      Delete
  6. Filter A4 memang the best lah buat foto foto tone analog.
    Tapi sekarang saya full pakai lightroom, karena bisa bikin warna sesuai selera sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Vibe nya laid back dan memancarkan old but gold xD

      Sayangnya ga semua foto cocok juga pakai filter ini :/

      Pinter-pinternya kita atur angka-angkanya juga hehe xD

      Samaaa! Saya juga hehe. Bisa nentuin/koreksi masing-masing warna.

      Delete

Hello from the other side! Syukran so much sudah baca tulisan saya sampai akhir. Gimana? Silahkan ruahkan pendapat kamu~ ヽ(⌐■_■)ノ♪♬
Kalau gak komen, gimana aku bisa kenal kamu.


Maaf ya, komentar dengan link aktif tidak diperkenankan.

Sanak Rancakヾ(⌐■_■)ノ♪

✿Beritahu Rahasia✿